Akhirnya, MICIN-62 Tumbang oleh COVID-19
- R. B. Sukmara (Author)

- 4 Mar 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 12 Jan 2023

Kemarin Presiden RI resmi mengumumkan berita sangat penting prihal tumbangnya pertahanan warga Micin-62 terhadap serangan Covid-19. Setelah mampu bertahan hampir 2 bulan lebih sejak outbreak Covid-19 di Wuhan, China, khirnya jebol juga kekuatan Micin-62.
Terdapat 2 orang warga Negara Micin-62 yang akhirnya harus dibawa ke pusat isolasi yang disediakan pemerintah. Kedua pasien positive Covid-19 itu adalah seorang ibu dan anaknya. Setelah melalui proses penelusuran yang panjang, akhirnya kesimpulan tertuju pada kedua pasien tersebut. Kabar yang beredar, pasien tersebut tertular Covid-19 setelah pernah kontak dengan seorang WN dari Jepang yang lebih dilu divonis suspected.
Sebelumnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengklaim 0% kejadian terjangkit Covid-19. Hal itu pun dikonfirmasi sendiri oleh pemerintah Indonesia. Pun juga dengan Menteri Kesehatan yang membantah keras hasil riset terkait penyebaran Covid-19 yang dilakukan oleh salah seorang peneliti dari Harvard Ubiversity. Peneliti dari Harvard itu menyatakan bahwa dengan model persebaran Covid-19, setidaknya ada kemungkinan terdapat 5 orang yang suspected Covid-19 di Indonesia saat itu.
Sejujurnya, tidak adanya korban suspected Covid-19 di Indonesia memang cukup membuar saya ragu. Mengingat persebaran virus ini cukup cepat dan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Thailand pun sudah terdapat banyak pasien suspected virus ini.
Dampak dari pengumuman Covid-19 di Indonesia
Setelah Presiden resmi memberikan pengumuman, akhirnya warga Micin-62 pun menjadi panic. Seperti biasa, kita harus mengakui bahwa bangsa kita memang mudah panic terkait banyak hal. Kepanikan itu pun dapat terlihat dari langkanya masker dipasaran, karena semua orang berbondong-bondong untuk membeli masker. Kepanikan pun bertambah dengan berbagai pemberitaan media yang banyak mengekspose sisi gelap dari Covid-19. Padahal menurut pantauan dari peta Interaktif yang dipublikasikan oleh Center for Systems Science and Engineering (CSSE) John Hopkins University, total pasien yang sembuh sudah menjapai lebih dari 50 persen dari total 95.425 pasien yang terkonfirmasi suspected Covid-19. Bukan bermaksud untuk meremehkan keadaan, tapi dari fakta yang ada terlihat bahwa tingkat kematian korban pun hanya berkisar 3% dari total pasien.

Masih terkait dengan kepanikan warga Micin-62. Semua orang berusaha untuk mengumpulkan masket sebanyak mungkin. Padahal penggunaan masker juga tidak bisa menjamin 100% terbebas dari Covid-19. Masker hanyalah salah satu alternative kecil untuk mengurangi penyebaran dari virus ini. Tapi apa yang terjadi dimasyarakat adalah, mereka menganggap masker adalah hal yang paling penting.
Ada Oknum āNgeheā yang memanfaatkan kepanikan.
Disaat semua warga Micin-62 panik karena sudah ada yang positf tertular Covid-19. Ada oknum āngeheā yang memanfaatkan kepanikan warga ini. Mereka memborong semua masker dipasaran dan menimbun masker-masker tersebut. Tujuan mereka menimbun adalah untuk menjualnya kembali dengan harga yang tinggi. Sungguh, sebenarnya oknum ini sangat ngehe. Bagaimana tidak disaat semua orang butuh, mereka malah mengorek keuntungan pribadi dari kepanikan ini.
Kelakuan oknum ini sangat tidak patut secara kemanusiaan. Justru malah membuat fatal karena hal ini membuat orang yang benar-benar membutuhkan menjadi suli memperoleh masker. Semoga, pihak apparat bisa segera membongkar kelakuan oknum-oknum ngehe ini.
Sedikit Tips untuk menghindari Covid-19
Sedikit tips untuk menghindari penularan Covid-19. Beberapa tips saya peroleh dari video yang di publikasikan oleh World Health Organization (WHO).
Jagalah jarak dengan orang lain yang terindikasi Covid-19. Cairan (droplet) yang dikeluarkan pasien Covid-19 saat bicara, batuk atau bersin dapat menularkan virus dari jarak 1 meter.
Selalu bersihkan tangan dengan sabun atau cairan alcohol kesehatan.
Tutup mulut dengan bahu atau tisu saat batu atau bersin
Hindari menyentuh mata, hitung atau mulut sebelum mencuci tangan
Selalu jaga kesehatan. Minum dan makan yang mengandung cukup gizi dan vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh.
Tambahan
Hindari dulu untuk pergi ke tempat yang penuh keramaian dan kontak dengan banyak orang, khususnya bandara atau pelabuhan. Jika memang harus pergi kebandara atau naik pesawat, saya sangat menyarankan untuk tetap menggunakan masker. Karena kedua tempat ini adalah tempat yang memiliki resiko tinggi. Terlebih jika bandara itu memiliki penerbangan internasional.
Segera lakukan isolasi diri jika anda mengalami gejala seperti batuk, pilek atau demam agar tidak menular ke orang lain.
Tetap tenang dan jangan panic. Ikuti terus perkebangan informasi terkait Covid-19 dari media yang terpercaya. Jangan sampai termakan hoax dan berita tidak jelas lainnya terkait Covid-19.
Cuma minum T*LAK ANGIN DAN ANT*NGIN gaā cukup bro! Ini virus bukan masuk angin!
Salam #sobatsambat
Jangan lupa Like, Subscribe dan Share artikel ini kalau kalian suka ya.
(Halah kok malah koyok Youtuber wae c@k, iki lho cuma blog tok, rasah kakean polah, wkwkwkwk)
_____
RBS, March 2020
.png)
Komentar