top of page

Dampak Negatif Narasi: “Infrastruktur tidak bisa dimakan” untuk Perkembangan Negara

  • Gambar penulis: R. B. Sukmara (Author)
    R. B. Sukmara (Author)
  • 6 Apr 2019
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 6 Sep 2023


Infrastruktur

Akhir-akhir ini sering terdengar dan terpublikasi diberbagai media, baik media cetak (nasional dan local), media televisi, media online dan media sosial tentang narasi “insfrastruktur tidak bisa dimakan”. Narasi ini begitu kuat dan cukup mengecap di kepala banyak warga negara Indonesia, khususnya pada kalangan grassroot terlebih pada kalangan masyarakat kecil dan menengah.


Tentu menurut saya narasi ini sangat berbahaya dan akan berdampak negative apabila narasi ini semakin berkembang dan banyak yang mempercayainya secara mentah dan tanpa berfikir lebih jauh. Banyak dari sebagian mereka mengganggap bahwa pembangunan infrastruktur tidak akan berdampak pada kehidupan mereka. Padahal secara visi, infrastruktur dibangun untuk kesejahteraan masyarakat, terutama untuk menjamin kelancaran distribusi logistic nasional, dan secara umum untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing secara nasional. Menurut saya, jika narasi ini terus-menerus dikumandangkan, maka kelak akan timbul persepsi dimasyarakat bahwa pembangunan infrastruktur itu hanya sia-sia dan yang lebih parahnya, masyarakat akan menjadi anti terhadap pembangunan infrastruktur. Jika ini terjadi, maka pengembangan infrastruktur dinegeri ini tentu akan terhambat dan pada akhirnya akan menghambat perkembangan nasional.

Melihat fenomena tersebut, saya tergerak untuk memberikan sedikit gambaran tentang apa itu infrastruktur dan bagaimana dampaknya terhadap pembangunan nasional, dan apakah memang benar bahwa pembangunan infrastruktur itu tidak akan memberi manfaat kepada masyarakat?.


Apa itu infrastruktur?

Sebenarnya tidak ada standar resmi dalam mendefinisikan infrastuktur. Menurut Torrisi, infrastruktur adalah keseluruhan dari material, fasilitas institusi dan personal dan data dimana tersedia untuk bidang perekonomian dan berkontribusi untuk mewujudkan pemerataan remunerasi masukan yang sebanding dalam hal alokasi sumber daya yang sesuai, yaitu integrasi yang lengkap dan aktifitas ekonomi yang maksimum (Torrisi, 2009). Sedangkan,bedasarkan definisi yang tertulis dalam website Wikipedia.org, infrastruktur mengacu kepada fasilitas dan sistem yang fundamental untuk melayani negara, kota atau wilayah lainnya, termasuk pelayanan dan kebutuhan fasilitas untuk fungsi ekonomi (Wikipedia, 2019). Secara umum, infratruktur fisik dibagi menjadi dua, yaitu infrastruktur ekonomi seperti telekomunikasi, jalan, irigasi, listrik dan infratruktur sosial seperti jaringan pengairan, drainase, rumah sakit dan fasilitas pendidikan (Sawada, 2015).


Fourie (2006) berpendapat bahwa infrastructure terdiri atas 2 element – Kapital/modal (capitalness) dan publisitas (publicness). Dengan demikian, itu terdiri atas asset yang memiliki mayoritas tapi belum tentu sosial. Kita dapat membagi derajat intensitas capital dari infrastruktur dan signifikasi sosial (Palei, 2015) yaitu:

  1. Publicity tinggi - Kapital tinggi : Jalan, kereta api, bandara, pelabuhan, listrik, air, drainase dan telekomunikasi

  2. Publicity tinggi - Kapital rendah : sekolahan, rumah sakit, taman, museum, perpustakaan, universitas dan rumah sakit

  3. Publicity rendah – capital tinggi: infrastruktur industry

  4. Publicity rendah – Kapital rendah: Patung, monument, air mancur.




Manfaat Infrastruktur

Dalam pengembangan nasional, tentu ini akan menjadi sumber tenaga utama dalam meningkatkan kesejahteraan bagi penduduk di wilayah dibangunnya infrastruktur. Menurut perhitungan dari Mamatzakis (2008) menyatakan bahwa infrastruktur public mengurangi biaya dari sebagian besar industry manufaktur, itu menguatkan pertumbuhan dari produktifitas dari sumber daya. Infrastruktur yang efisien mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup dan sangat penting terhadap keamanan nasional (Palei, 2015). Sehingga, menurut MacDonald (2008) menyatakan bahwa infrastruktur public secara umum adalah pondasi dari pembangunan ekonomi.


Secara analisa teoritis, dampak dari infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya saing dari produsen domestic dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Infrastruktur memungkinkan bisnis untuk membangkitkan kapasitas produksi tambahan, mengurangi biaya dari masukan dalam biaya produksi dan transaksi.

  • Infrastruktur meningkatkan produktivitas dari pekerja dan efek ini dikenal dengan efek tidak langsung

  • Dampak dari infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi tercapai pada tahap awal pekerjaan konstruksi: menciptakan lapangan pekerjaan dalam bidang konstruksi dan industry terkait,. Investasi dalam infrastruktur membutuhkan pemeliharaan, dan itu meningkatkan penciptaan lapangan kerja lainnya.

  • Infrastruktur juha memiliki dampak positif terhadap pendidikan dan kessehatan: Kesehatan yang baik dan tingginya level pendidikan dari pekerja menyebabkan pertumbuhan ekonomi.

  • Infrastruktur juga berkontribusi terhadap akses masyarakat miskin dan daerah tertinggal untuk menuju ke inti kegiatan usaha, komunikasi public yang mana akan meningkatkan nilai asset dan sumber daya manusia.

Dalam konteks jepang, Kodokawa (2011) memperlihatkan bukti bahwa infrastruktur bermain sebagai peran yang signifikan dalam mengarahkan lokasi pabrik. Setelah ketersediaan lahan, faktor lain seperti jalan, daerah industry, kenyamanan transportasi dan batasan lingkungan adalah alasan penting dari sebuah bisnis untuk menentukan investasinya. Banyak fakta emprise menyatakan bahwa pengembangan kapasitas infrastruktur dalam suatu wilayah akan parallel dengan hasil pengembangan ekonomi (Guswandi, 2017). Mengacu pada laporan Bank Dunia (1994), infrastruktur memainkan peranan penting dalam mempromosikan pertumbuhan ekonomi dimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi ditemukan pada area yang ketersediaan infrastrukturnya memadai. Kualitas yang bagus dari infrastruktur adalah kunci utama dari unsur pertumbukan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan(Vujanovic, 2015). Estimasi terbaru dan Bank Mandiri (Indonesia) menyatakan bahwa setiap kenaikan Rp. 1 pada investasi listrik dan konstruksi maka akan memberikan tambahan Rp. 2,6 and 1,8 dari hasil ekonomi (Damuri, 2017).


Indeks Daya Saing Global Indonesia dan Negara-negara Asia-Pasifik

Dalam skup Indonesia, saat ini infrastruktur difokuskan kepada beberapa bidang seperti, Listrik dan Energi, Jalan, Pelabuhan, Penyediaan air bersih dan sanitasi, Kominikasi, Kereta Api dan lainnya. Infrastruktur dibangun di Indonesia selain untuk kesejahrteraan rakyat, juga untuk meningkatkan daya saing negara dan memancing investor agar mau berinvestasi di Indonesia. Dengan infrastruktur yang baik maka kebutuhan dasar dari industry dapat terpenuhi, missal dari segi konektifitas dan penyediaan energy.

Memang, manfaat dari pembangunan infrastruktur tidak dapat terlihat dalam waktu yang singkat. Pembangunan infrastruktur merupakan sebuah program jangka panjang dimana hasilnya akan bisa dinikmati di masa mendatang.


Alokasi Dana untuk Infrastruktur Indonesia Tahun 2015-2019

Sehingga, berdasarkan uraian diatas maka, narasi “infrastruktur tidak dapat dimakan” tentu terpatahkan. Karena, memang secara harfiah, infrastruktur tidak bisa dimakan, dan orang tolol mana yang mau makan aspal, jembatan dan pelabuhan. Yang ada gigi dan mulutnya bakal hancur dan rontok. Tapi, pemahamannya adalah, dari infrastruktur yang dibangun maka akan tumbuh investor-investor baru, akan tumbuh industri-industri baru, akan tumbuh perekonomian-perekonomian baru, akan tumbuh sawah-sawah baru dengan adanya bendungan, akan tumbuh pariwisata-pariwisata baru karena adanya bandara yang memadai, akan tumbuh pabrik-pabrik baru dengan adanya kemudahan akses transportasi baik pelabuhan, bandara, jalan sumber energi. Dengan begitu, maka secara bersamaan akan tercipta lapangan kerja baru yang nantinya dapat menghidupi banyak orang.


Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Contoh sederhana saja, dengan adanya pembangunan/proyek mega konstruksi, maka akan ada penyerapan tenaga kerja yang besar dari aktivitas tersebut. Dari situ kita bisa bayangkan berapa pekerja yang akhirnya bisa memberi makan keluarganya, berapa lulusan-lulusan insinyur yang bisa bekerja disana. Tentu ini bukan dampak yang kecil dari sebuah kegiatan pembangunan infrastruktur.

Jadi mulai sekarang kita stop untuk mengemukakan narasi bahwa “infrastruktur tidak bisa dimakan”. Ini hanya narasi yang konyol dan akan berdampak sangat negatif apabila dipahami secara mentah, terlebih oleh masyarakat kita yang level pendidikan-nya rendah. Dan pada akhirnya mereka menjadi skeptis terhadap pembangunan infrastruktur.


Jangan kita hancurkan bangsa ini seperti duri dalam daging dengan menggaungkan narasi-narasi tolol seperti itu. Berikan pengertian dan pemahaman yang baik terhadap apa itu infrastruktur.


Bersambung (to be continued)….

RBS

Taiwan, 6 April 2019


Jika ada yang tidak tepat dalam artikel ini, silahkan berikan kritik dan saran pada Link ini.


References:

  • Wikipedia.org

  • Damuri, Y. R. (2017). Infrastructure in Indonesian Economic Development: Potentials & Issues. Japan SPOTLIGHT, (November / December), 16–19. Retrieved from https://www.jef.or.jp/journal/pdf/216th_Cover_Story_04.pdf

  • Guswandi. (2017). Index Of Infrastructure Competitiveness : One Of The Indicators Of Indonesia ’ s Development Performance. IOSR Journal of Economics and Finance, 8(4), 33–38. https://doi.org/10.9790/5933-0804023338

  • Palei, T. (2015). Assessing the Impact of Infrastructure on Economic Growth and Global Competitiveness. Procedia Economics and Finance, 23(October 2014), 168–175. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(15)00322-6

  • Sawada, Y. (2015). The Impacts of Infrastructure in Development (ADBI Working Paper Series 511) (No. 511). Tokyo, Japan: Asian Development Bank Institute. Retrieved from http://www.adbi.org/working-paper/2015/01/20/6526.impacts.infrastructure.in.dev/

  • Torrisi, G. (2009). Public infrastructure: definition, classification and measurement issues. Economics, Management, and Financial Markets (Vol. 4). Munich Personal RePEc Archive. Retrieved from https://mpra.ub.uni-muenchen.de/12990/1/MPRA_paper_12990.pdf

  • Vujanovic, P. (2015). POLICIES FOR INCLUSIVE AND SUSTAINABLE GROWTH IN INDONESIA (No. ECONOMICS DEPARTMENT WORKING PAPERS No. 1246). Organisation for Economic Co-operation and Development. Retrieved from http://www.oecd.org/officialdocuments/publicdisplaydocumentpdf/?cote=ECO/WKP(2015)64&docLanguage=En

Komentar


"Allah is He who created death and life to test you as to which of you is best in deed" - Qur'an, Al Mulk 67:2

06 Logo FIX RED 2.png

Yakinlah Sambatmu kelak akan mengubah dunia

@2023 Bennysukmara.com

bottom of page