top of page

Ini Bukan Kotak Ajaib Anti-Virus Bossku!

  • Gambar penulis: R. B. Sukmara (Author)
    R. B. Sukmara (Author)
  • 29 Mar 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 12 Jan 2023


Akhir-akhir ini makin marak penggunaan bilik disinfeksi atau disinfection chamber ditempat-tempat umum di Indonesia. Bentuk disinfection chamber ini pun bermacam-macam. Ada yang sangat proper dengan bahan acrilic dengan frame besi, namun ada juga warga yang membuatnya dengan gaya DIY (Do It Yourself) berbahan seadanya seperti plastik transparant dan kayu reng biasa.

Dalam kasus disinfection chamber ini, patut diakui bahwa semangat masyarakat dalam memerangi penyebaran wabah virus dari Wuhan ini sangat besar. Hal itu dapat terlihat dari semakin banyaknya jumlah disinfection chamber yang dibuat dan didistribusikan.

DIY sih boleh, tapi tetep ikutin standar dong.

Namun ada beberapa masalah dari penggunaan disinfection chamber ini. Masalah yang pertama adalah, apakah semua cairan disinfektan yang digunakan masyarakat sudah masuk kategori aman jika digunakan pada manusia? Karena setahu saya bilik disinifektan digunakan pada tempat-tempat tertentu seperti laboratoriun atau tempat-tempat khusus dimana orang yang masuk didalamnya menggunakan pakaian khusus dah tertutup rapat, sehingga cairan disinfektan ini tidak langsung mengenai kulit manusia.

Karena, berdasarkan informasi dari WHO, penggunaan cairan disinfektan secara langsung pada manusia beresiko memiliki efek samping dalam jangka panjang.

Lalu masalah selanjutnya adalah masalah kesalahan persepsi masyarakat awam terhadap penggunaan bilik disinfeksi ini. Banyak masyarakat yang menilai dan menganggap bahwa apabila sudah masuk dalam bilik disinfeksi ini maka mereka akan terbebas dari virus. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya penggunaan disinfection chamber ini di tempat-tempat ibadah dan kantor.


Contoh penggunaan bilik disinfeksi di tempat ibadah (gambar disensor, takut diburu ormas)

Seolah-olah dengan adanya kotak ajaib ini, mereka sudah dinyatakan aman untuk beraktivitas dalam bentuk perkumpulan dalam satu tempat yang sama.

Padahal menurut saya faktanya tidak seperti itu. Karena sistem kerja dari disinfektan chamber ini hanyalah menyemprotkan cairan disinfeksi ke bagian permukaan seperti pakaian.

Memang, cara ini cukup efektif untuk membunuh kuman, bakteri atau virus yang menempel pada pakaian. Namun faktanya, virus itu tidak hanya ada pada pakaian, tapi ada dari dalam tubuh manusia itu sendiri yang tidak akan mungkin di disinfeksi.


Pake kipas angin cuy, mau ngadem om? Abis itu nongki santai bareng langi tanpa masker.

Sebagai gambaran, kita tidak pernah tau siapa orang yang menjadi ā€œcarrierā€ atau ā€œpembawa Virusā€ ke suatu tempat. Karena bisa saja orang yang menjadi carrier itu masih tampak terlihat sehat dan bugar karena mungkin sistem imunnya bagus atau masih dalam masa inkubasi. Namun perlu diingat bahwa orang2 carrier ini masih bisa menyebarkan atau menularkan virus ke orang lain.

Nah, orang yang berposisi carrier ini masuk dalam bilik disinfeksi. Lalu disemprotkan cairan disinfeksi ke tubuhnya dan mungkin saja virus yang menempel dipakaian orang ini mati. Tapi virus yang ada dalam diri orang tersebut jelas belum mati dong ya, wong ga ikut kesemprot.

Seperti yang kita ketahui bahwa tingkat penularan virus Corona ini berasal dari droplets (butir cairan yang sangat kecil) yang berasal dari mulut atau hidung manusia.

Karena droplet2 ini sangat kecil dan tidak terlihat mata, maka sangat mungkin itu menyebar kepada orang lain.

Jadi yang saya mau sampaikan disini adalah jangan sampai ada salah persepsi dari masyarakat awam bahwa penggunaan disinfection chamber ini akan menjamin mereka terbebas dari virus.

Alat ini tidak seratus persen efektif dalam menghilangkan virus yang ada pada diri manusia.

Jangan sampai masyarakat awam menyalah artikan fungsi bilik disinfeksi ini sebagai bilik anti virus yang mana jika sudah masuk bilik ini lalu dianggap bebas dari virus dan tidak akan tertular oleh virus. O.... tidak semudah itu ferguso...


Contoh bilik disinfeksi yang ada ditempat-tempat umum.

Masyarakat perlu di edukasi bahwa alat ini hanya ā€œmeminimalisirā€ penyebaran virus bukan menghilangkan risiko penyebaran virus!

Jadi buat kawan-kawan yang sedang ikut berjuang untuk membuat dan membagikan kotak disinfeksi ini, jangan lupa juga memberikan tetap edukasi pada masyarakat awam yang menggunakannya, sehingga tidak terjadi salah persepsi.

____

____

Jangan lupa Like, Subscribe dan Share artikel ini kalau kalian suka ya.

(Halah kok malah koyok Youtuber wae c@k, iki lho cuma blog tok, rasah kakean polah, wkwkwkwk)

_____

RBS, March 2020


Komentar


"Allah is He who created death and life to test you as to which of you is best in deed" - Qur'an, Al Mulk 67:2

06 Logo FIX RED 2.png

Yakinlah Sambatmu kelak akan mengubah dunia

@2023 Bennysukmara.com

bottom of page